TEMAN

DEMI MASA

Tuesday, November 09, 2010

Hari Pertama Larangan Merokok di Lapangan terbang Saudi, 12 Orang Kena Denda


Pemerintah Arab Saudi melancarkan "perang" terhadap rokok di tempat-tempat awam termasuk Lapangan terbang. Di hari pertama perlaksanaan undang-undang larangan merokok di Lapangan terbang hari Minggu (7/11), aparat Lapangan terbang internasional King Abdul Aziz menarik perhatian pengunjung Lapangan terbang yang di tahan ketika sedang merokok. Mereka akan dikenakan tindakan berupa denda sebanyak 200 riyal.

Larangan merokok di Lapangan terbang dikeluarkan oleh Timbalan Perdana Menteri, kementerian pertahanan dan penerbangan serta Pihak berkuasa Penerbangan Awam Saudi. undang-undang ini dikuatkuasakan di seluruh Lapangan terbang di Saudi mulai tarikh 7 November 2010.

"Pihak Lapangan terbang bekerja sama dengan kementerian dalam negeri untuk mendapatkan data perokok di Saudi. Dari data yang ada, kami boleh mengetahui warga Saudi yang memiliki kebiasaan merokok dan menginformasikan tentang larangan ini pada mereka melalui SMS," kata Pihak berkuasa Penerbangan Awam Saudi, Khaled Al-Khaibari.

Untuk menyebarkan informasi tentang undang-undang larangan merokok di Lapangan terbang, Pihak berkuasa Penerbangan Awam juga bekerjasama dengan agensi pelancongan dan jabatan-jabatan kerajaan. "Kami menggunakan pembesar suara untuk mengumumkan larangan merokok ini dalam pelbagai bahasa, menyebarkan brosur ke para staf dan pengunjung Lapangan terbang. Jamaah haji yang tidak tahu soal undang-undang ini diizinkan meneruskan perjalanan tanpa dikenakan tindakan membayar denda. Tapi di lain waktu, mereka bisa dikenakan tindakan jika dianggap melanggar undang-undang ini," ujar Al-Khaibari.

Selain Lapangan terbang, mall terbesar di Jeddah, Serafi Mega Mall juga memperkenalkan larangan merokok. "undang-undang seperti merupakan undang-undang yang pertama kali diperkenalkan oleh mall di Saudi. Tujuan kami menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan lingkungan bebas rokok di mall," kata Anas Al-Serafi direktor mega mall tersebut.

"Pihak pengurusan mall diminta untuk melaksanakan larangan merokok yang dimulai hari Minggu. Semua pengunjung dan staf mall tidak boleh merokok di lingkungan mall, baik di cafe-cafe,kedai dan kawasan bermain," tegasnya.

Al-Serafi mengatakan, pengurusan mallnya tidak akan mengenakan tindakan denda bagi mereka yang di dapati merokok, tapi hanya akan meminta perokok itu mematikan rokoknya, atau keluar dari mall. Oleh sebab itu, pihak mall sudah menampal poster tentang larangan merokok ini agar diketahui oleh para pengunjung.

Meski demikian, salah satu pemilik gerai kawasan hiburan anak muda di mall tersebut mengungkapkan harapannya agar undang-undang larangan merokok dilaksanakan secara berperingkat kerana akan mempengaruhi bisnesnya. "Undang-undang ini merupakan langkah yang baik tapi boleh menimbulkan kesan bagi usaha kami. Kebanyakan pengunjung di gerai kami adalah anak-anak muda yang biasa merokok," kata Abdullah Sultan, penolong pengurus di kawasan hiburan itu.

"Kita seharusnya melaksanakan larangan merokok secara berperingkat. Sebagai langkah pertama, membuat pemisahan kawasan bebas rokok dan kawasan untuk mereka yang merokok. Jumlah perokok yang datang ke mall ini cukup banyak, sekitar 80 persen pengunjung adalah perokok. Memaksa mereka untuk tidak merokok akan menurunkan jumlah pengunjung," sambungnya.

Negara-negara Eropah dan Arab makin ketat melaksanakan undang-undang larangan merokok di tempat-tempat umum. Tindakan tegas dikenakan bagi mereka yang melanggar. Berbeza sekali dengan Indonesia, undang-undang larangan merokok di tempat umum cuma ada di atas kertas.(ln/AN)

No comments:

Post a Comment

ARKIB NEGARA

KATEGORI

agama (87) Akhlaq dan Nasehat (1) Aqidah (1) Bencana alam (20) Cerita nasihat (24) formula (1) haji (22) Jumaat (8) keluarga (18) Kesihatan (13) Luar Negeri (5) Mekah (2) politik (4) Ramadhan (30) sahabat (3) Sains (17) sajak (8) Seni (2) surah aljumuah (1) tips (18) Umum (51) video (9) video nasyid (1)

My Salute